WORSHOP DAN SIMULASI BENCANA DI RSUD WATES

         Wates, Selama dua hari tanggal 11 dan 12 Maret 2016 di RSUD Wates  mengadakan worshop dan simulasi penanggulangan bencana bekerja sama dengan PKMK FK UGM Yogyakarta acara tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada karyawan RSUD Wates dan bagaimana cara penanganan apa bila terjadi bencana, acara tersebut diikuti oleh dokter, perawat dan tenaga keamanan dan jajaran manajemen .  Hari Sabtu 12 Maret 2016 dilakukan simulasi penanganan bencana, secara terpisah  direktur RSUD Wates dr. Lies Indriyati, Sp.A menyambut baik acara tersebut sehingga akan menambah wawasan dan ketrampilan karyawan RSUD Wates, dan mohon maaf kepada pengunjung pada tanggal 12 Maret terutama di IGD dan bangsal yang lain yang terkait langsung dengan simulasi penanganan bencana tersebut sehingga mengganggu kenyamannnya untuk penanganan pasien di poliklinik agak terlambat karena dokter spesialis harus menangani pasien di IGD terlebih dahulu.. Simulasi secara global melibatkan seluruh komponen pelayanan kesehatan baru dilaksnakan pertama  di RSUD Wates, dalam HDP RSUD Wates sudah membuat SPO bagaimana menanggulangi bencana di masing-masing bagian pelayanan kesehatan sesuai dengan tupoksinya, simulai ini dilaksanakan RSUD Wates bekerja sama dengan PKMK FK UGM.

Dalam simulasi tersebut diindikasikan terjadi gempa bumi dan terjadi kebakan terdapat 2 korban jiwa tewas, 5 luka berat , 5 luka sedang dan 8 luka ringan serta terjadi kebakaran di bangsal Haemodialisa terdapat 3 luka bakar

Dalam suasana tersebut di IGD benar-benar sangat sibuk luar bisa karena terdapat 20 korban bencana dan semua dokter baik umum  mapun dokter sepsialis yang sedang memanangi pasien di Poliklinik harus terpusat di IGD untuk menangani pasien korban bencana terlebih dahulu, suasana ini sangat-sangat mengingatkan kita akan kesiapan tenaga kesehatan.

Dalam keterangannya dr. Sulanto Saleh Danu sebagai Konsultan Devisi Bencana PKMK FK UGM bahwa Keterlibatan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan FK UGM   membantu RSUD Wates untuk menyususun  HDP  perencaaan rumah sakit apabila terjadi bencana, baik di RS maupun di luar RS yang dampaknya konbannya akan dibawa ke RS, dan RSU Wates sudah membuat draf HDP maka perlu dilakukan simulasi dan sosialisasi  kepada karyawan bekerjasama dengan PKMK UGM. Untuk RS di daerah Jogjakarta hapir semua RS sudah mempunyai HDP memang bentuknya berbeda-beda  tetapi intinya sama, bahwa HDP harus disimulai sehingga akan mengetahui fungsi dan tugasnya masing-masing.  ( bd1432016)