MUSIM HUJAN TIBA, WASPADA BAHAYA DEMAM BERDARAH

MUSIM HUJAN TIBA, WASPADA BAHAYA DEMAM BERDARAH

Oleh : PKRS RSUD Wates

 

Alhamdulillah... Musim hujan telah tiba. akan ada banyak nikmat dan berkah yang dibawa oleh air hujan. Tumbuhan yang kering akan tumbuh dengan subur dan lebat. Namun begitu, kita juga harus waspada dengan berbagai dampak buruk yang timbul akibat kelengahan kita dalam menjaga lingkungan tempat tinggal kita, mulai dari bencana alam maupun penyakit menular.

Salah satu penyakit menular yang muncul pada saat musim hujan adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) atau dalam Bahasa medis disebut sebagai Dengue Haemoragic Fever (DHF).

DBD merupakan penyakit demam akut yang ditandai dengan panas yang mendadak tinggi dengan atau tanpa perdarahan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, anak-anak maupun orang dewasa, dan jika tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan kematian.

Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang senang hinggap di pakaian yang menggantung serta berkembang biak di tempat penampungan air bersih, seperti bak kamar mandi atau tendon air, bukan di selokan atau kolam yang kotor dan berhubungan langsung dengan tanah. Nyamuk Aedes Aegypti ini berwarna hitam dan belang-belang putih seluruh tubuh, biasa menggigit manusia pada pagi sampai sore hari, dan mampu terbang sampai sejauh 100 meter.

Penularan DBD terjadi pada saat orang sehat digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti betina yang sebelumnya telah menggigit penderita DBD atau orang dengan virus dengue sehingga virus dengue terbawa dalam tubuh dan air liur nyamuk. Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti akan masuk kedalam tubuh dan menyebabkan keluarnya cairan dari aliran darah serta perubahan komposisi darah (penurunan angka trombosit dan peningkatan angka hematocrit) sehingga penderita mengalami perdarahan atau syok.

Tanda dan Gejala BDB

1.  Demam mendadak tinggi 2 - 7 hari dengan pola seperti pelana kuda, yaitu 3 hari pertama demam tinggi, hari ke 4-5 demam mulai turun dan suhutubuh kembali normal, namun pada hari ke 6-7 suhu tubuh naik lagi tapi tak setinggi seperti demam pada 3 hari pertama.

2.  Nyeri ulu hati

3.  Terjadi perdarahan, seperti bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah,  muntah atau berak darah, dan perdarahan dalam rongga perut.

4.  Pada pemeriksaan darah terjadi peningkatan angka hematocrit > 45% dan penurun antrombosit < 100 ribu/mm3

5.  Pada demam hari ke 3 sampai hari ke 7 bisa terjadi syok dengan tanda-tanda : lemah, sesak nafas/ nafas cepat, nadi cepat dan lemah, kulit dingin dan basah, serta penurunan kesadaran.

 

Penatalaksanaan

1.  Atasi Demam

Penanganan demam dilakukan dengan cara melakukan kompres hangat bukan kompres dingin/ es, tidak mengenakan pakaian atau selimut yang tebal, serta memberikan obat penurun panas sesuai dosis.

2.  Penuhi Kebutuhan Cairan Dan Nutrisi

Pemenuhan kebutuhan cairan sangat penting untuk mencegah terjadinya syok. Minuman yang dikonsumsi bisa berupa air putih, susu, jus, maupun sirup dengan jumlah minimal 1,5 liter per hari. Selain itu, memakan makanan yang mengandung nutrisi, kalori, vitamin, dan protein tinggi dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan penyakit. Yang perlu diperhatikan adalah makanan tersebut bukan merupakan makanan yang dapat mengiritasi perut (pedas/ asam). Jika kebutuhan cairan dan nutrisi ini tidak terpenuhi, penderita harus diberikan cairan infus yang hanya bisa diberikan di rumah sakit.

3.  PantauHasil Laborat (Pemeriksaan Darah) Dan Tanda-Tanda Perdarahan

Pemantauan hasil laborat sangat penting dilakukan terutama pada demam hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 karena pada saat itu angka trombosit bisa turun dengan sangat drastis yang meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Sangat penting dilakukan pembatasan aktivitas yang dapat memicu perdarahan, seperti menggosok gigi dengan keras.

4.  TingkatkanIstirahat

Selain dapat mengurangi risiko terjadinya perdarahan, istirahat yang cukup dapat mencegah kehilangan energy berlebih sehingga mempercepat proses penyembuhan penyakit.

 

Pencegahan

1.    Budayakan Gerakan 4M-Plus, yaitu:

a.    MENGURAS tempat penampungan air supaya telur dan jentik nyamuk mati

b.    MENUTUP rapat-rapat tempat penampungan air supaya nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur

c.    MENGUBUR/ memusnahkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelur nyamuk

d.    MEMANTAU semua tempat penampungan air yang bisa menja ditempat berkembang biaknya nyamuk

e.    PLUS:

-  Jangan menggantung baju, agar nyamuk tidak bersarang disana

- Memelihara ikan di tempat penampungan air

- Menghindari gigitan nyamuk, dengan kelambu atau lotion anti nyamuk

- Membubuhkan abate sesuai takaran, agar telur dan jentiknyamuk mati

2.    Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, dengan melakukan olah raga, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

1. Fase kritis Demam Berdarah Dengue sering terjadi pada hari ke-3 sampai dengan hari ke-7, pada saat itu penderita tidak lagi mengalami demam tinggi, namun justru angka trombosit semakin turun sehingga rentan terhadap perdarahan, maka dari itu penderita HARUS DIRAWAT DI RUMAH SAKIT untuk peman tauan dan penanganan yang lebih optimal

2. Pemenuhan kebutuhan cairan yang cukup dapat membantu mengatas ipenurunan angka trombosit sehingga tidak mencapai angka yang terlalu rendah serta dapat mencegah terjadinya risiko perdarahan spontan

3. Setelah hari ke-7 angka trombosit akan berangsur naik dengan sendirinya dan kondisi penderita perlahan membaik

4. Segera hubungi fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat jika mengalami gejala demamtinggi lebih dari 4 hari, terdapat tanda-tanda perdarahan, nyeri ulu hati, tampak lemas, dan badan terasa dingin.

Dengan melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat, penderita DBD dapat diselamatkan dari ancaman kematian. Selalu budayakan pola hidup bersih dan sehat agar kita senantiasa sehat dan kualitas hidup menjadi lebih optimal. (-pkrsrsudwates @september 2017)