CEGAH KEBUTAAN DENGAN PEDULI KATARAK

CEGAH KEBUTAAN DENGAN PEDULI KATARAK

(Oleh: PKRS RSUD Wates)


Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia. Umumnya, penyakit ini terjadi karena adanya proses penuaan dimana lensa mata yang jernih secara perlahan lahan akan keruh dan berkabut sehingga cahaya yang masuk kemata menjadi terhalang. Banyak penderita katarak yang akhirnya membutuhkan operasi untuk mengganti lensa mata yang rusak tersebut dengan lensa mata buatan.

Penyakit katarak tidak menimbulkan rasa sakit, dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata dengan gejala keparahan yang berbeda dan tidak bersamaan.

Gejala yang dirasakan oleh penderita katarak antara lain:

®     Penglihatan yang berkabut, memudar, dan tidak jelas

®     Sensitif terhadap cahaya yang menyilaukan

®     Disekeliling cahaya terang (seperti lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya

®     Bila dilihat dengan bantuan cahaya, pada pupil akan terlihat keruh

Selain karena factor penuaan, risiko terjadinya katarak juga dapat dipengaruhi oleh beberapa factor seperti:

  • Mata yang terpapar sinar matahari pada waktu yang lama
  • Penyakit Diabetes Mellitus
  • Pernah mengalami trauma mata
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Konsumsi obat steroid dosis tinggi pada jangka waktu yang lama
  • Memiliki riwayat infeksi pada mata
  • Pola makan tidak sehat dan kurang vitamin
  • Merokok

Katarak dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

1.  Katarak Senilis, yaitu katarak yang timbul karena proses penuaan

2. Katarak Kongenital, yaitu katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan. Umumnya karena adanya infeksi selama kehamilan atau kelainan metabolisme saat pembentukan janin.

3. Katarak Traumatika, yaitu katarak yang timbul karena adanya benturan pada mata yang mengenai lensa.

4. Katarak Komplikata, yaitu katarak yang timbul setelah terjadinya infeksi mata.

Katarak yang sudah mengganggu penglihatan membutuhkan tindakan operasi sebagai langkah pengobatan yang dinilai paling efektif untuk mengatasi katarak.

Dalam operasi katarak, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa mata buatan yang bening. Pada umumnya, operasi ini menggunakan pembiusan lokal agar penderita tidak merasa kesakitan. Apabila tidak ada hal yang diperkirakan dapat mengganggu jalannya operasi, seperti adanya penyakit lain yang diderita, tindakan ini dapat berlangsung dalam satu hari dan penderita tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit.

Sebelum melakukan operasi, dokter akan memastikan bahwa kondisi tubuh penderita berada dalam keadaan baik, hasil pemeriksaan laboratorium dalam rentang normal, serta tidak adanya penyakit lain yang diderita. Apabila dalam pemeriksaan sebelum operasi didapatkan hasil yang kurang baik, maka dokter akan melakukan beberapa tindakan maupun pengobatan untuk menangani keadaan tersebut sebelum operasi dilakukan. Setelah keadaan yang diperkirakan dapat mengganggu jalannya operasi teratasi, dokter akan melakukan operasi dengan tetap memberikan beberapa pengobatan sebelum dilakukan tindakan untuk mencegah terjadinya penyulit atau komplikasi, baik selama maupun setelah operasi. Dokter juga akan meminta persetujuan tindakan operasi secara tertulis kepada penderita dan keluarganya serta memberikan tanda pada mata yang akan dioperasi untuk mencegah terjadinya kesalahan tindakan operasi.

Setelah operasi dilakukan, penderita akan mendapatkan pengobatan, baik yang berupa tetes mata maupun berupa obat yang diminum. Obat-obatan yang diberikan tersebut memiliki fungsi sebagai antibiotik, mengurangi rasa nyeri, serta mengurangi pembengkakan pada mata.

Selain melakukan pengobatan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi dan komplikasi lain setelah operasi, antara lain:

- Jaga kebersihan mata, terutama saat berada di tempat yang berdebu dan berangin, serta pada saat keramas

-  Muka/ wajah tidak boleh disiram air selama 1 minggu, cukup diusap dengan handuk basah saja

-  Hindari menggosok mata, meskipun terasa gatal / mengganjal

-  Hindari aktivitas berat, seperti mengangkat atau menggeser perabotan selama 4 minggu

-  Hindari penggunaan kosmetik pada mata, seperti eyeliner atau eyeshadow

-  Cuci tangan dengan sabun setiap hendak meneteskan obat

-  Dop / penutup mata yang diberikan harus dipakai terus meneruss elama 2 minggu agar tidak tersentuh tangan

-  Teteskan obat mata dan minum obat yang diberikan secara teratur sesuai anjuran dokter

-  Kontrol kefasilitas kesehatan yang ditunjuk (puskesmas atau rumah sakit) sesuai dengan anjuran yang diberikan

-  Apabila sewaktu-waktu mata terasa sangat sakit, kepala sakit hingga mau muntah, mata merah, penglihatan sangat kabur, segera periksa kepuskesmas atau rumah sakit terdekat

Hampir semua penderita katarak yang menjalani operasi akan merasakan peningkatan pada penglihatannya. Meskipun begitu, pemakaian kaca mata mungkin akan tetap dibutuhkan untuk membantu penglihatan jauh dan dekat. Bagi penderita yang berkacamata, disarankan untuk menunggu sampai proses pemulihan selesai sebelum membuat kaca mata baru.

Mata adalah Jendela Dunia. Maka dari itu, sudah sepantasnyalah kita menjaga kesehatan mata agar tetap bisa berfungsi dengan baik hingga hidup pun menjadi lebih berkualitas. Meskipun proses menua tidak bisa kita hindari, namun dengan melakukan perawatan mata dengan baik dan benar, maka kita akan tetap dapat mencapai kualitas penglihatan yang optimal.(-pkrsrsudwates @oktober2017-)