TEMU MITRA PELAYANAN RSUD WATES

 

TEMU MITRA PELAYANAN RSUD WATES

           Pada hari Rabu tanggal 11 April 2018, RSUD Wates menyelenggarakan kegiatan "Temu Mitra Pelayanan RSUD Wates" dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Pelayanan RSUD Wates Ke-35 Tahun 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Puskesmas-puskesmas, Klinik Pratama, dan Dokter Keluarga yang ada di Kabupaten Kulon Progo serta menghadirkan narasumber dari BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, serta Direktur RSUD Wates.

         Di Kabupaten Kulon Progo, RSUD Wates merupakan salah satu badan layanan milik Pemerintah Daerah yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan untuk masyarakat umum. Di usianya yang ke-35 tahun, tentu banyak pihak yang mengharapkan adanya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh RSUD Wates. Harapan ini tidak hanya muncul dari kalangan masyarakat saja, namun juga dari pemerintah, mitra pelayanan kesehatan, serta RSUD Wates itu sendiri. Dengan adanya bandara baru di Kabupaten Kulon Progo yang bertaraf internasional serta adanya kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional untuk mendukung terlaksananya program Indonesia Sehat, RSUD Wates harus terus berbenah diri untuk lebih meningkatkan mutu pelayanannya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Maka dari itu, dalam rangka menjaring masukan untuk perbaikan yang diharapkan oleh masyarakat dan para penyedia fasilitas kesehatan yang selama ini bermitra dengan RSUD Wates.

       Pada pertemuan dengan mitra pelayanan RSUD Wates tersebut, pihak BPJS Kesehatan dari kantor cabang Sleman menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi pergeseran isu terkait dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pada era sebelum BPJS Kesehatan ada, isu yang berkembang lebih banyak menyorot tentang banyaknya masyarakat dari kalangan bawah yang tidak tersentuh pelayanan kesehatan. Saat ini, setelah BPJS Kesehatan ada dan banyak masyarakat yang berasal dari kalangan bawah mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, isu tersebut telah bergeser dan lebih menyorot tentang banyaknya antrian pasien yang terjadi di hampir setiap fasilitas kesehatan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan layanan kesehatan bagi masyarakat telah meningkat, tidak hanya untuk masyarakat yang mampu secara finansial saja, namun juga untuk masyarakat yang berasal dari golongan sosial ekonomi bawah. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan mempertahankan kesehatan juga semakin meningkat. Adanya fenomena ini tentu sangat menyenangkan banyak pihak karena hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah dalam rangka membangun Indonesia Sehat mulai menunjukkan keberhasilannya. Namun demikian, pihak penjamin kesehatan, dalam hal ini adalah BPJS Kesehatan, juga harus dapat terus melaksanakan amanat yang diembannya untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh kalangan masyarakat yang sangat erat kaitannya dengan sistem pembayaran layanan kesehatan.

       Dalam rangka meningkatkan efektif dan efisiensi pembayaran, saat ini BPJS Kesehatan memberlakukan sistem rujukan berjenjang. Dengan adanya sistem ini, masyarakat yang akan berobat harus melakukan pemeriksaan mulai dari Pemberi Pelayanan Kesehatan tingkat satu (PPK 1) terlebih dahulu, dalam hal ini adalah Dokter Keluarga, Puskesmas, atau Klinik Pratama, sebelum akhirnya dirujuk ke Pemberi Pelayanan Kesehatan di atasnya, dalam hal ini adalah Rumah Sakit tipe D, C, B, atau A. Selain dalam rangka meningkatkan efektif efisiensi pembayaran, pemberlakuan sistem ini diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan karena para Pemberi Pelayanan Kesehatan akan memberikan layanan sesuai dengan level kompetensi yang harus dimilikinya. Rumah sakit - rumah sakit yang memiliki tipe lebih tinggi diharapkan dapat terus meningkatkan level kompetensinya melalui penyediaan fasilitas yang lebih lengkap serta SDM yang lebih baik dan kompeten di bidangnya. Adanya koordinasi yang baik antar Pemberi Pelayanan Kesehatan juga sangat diperlukan sehingga dapat saling melengkapi dan bekerja sama dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.

        Menyikapi berbagai tantangan yang tersebut di atas, pada kegiatan Temu Mitra Pelayanan RSUD Wates tersebut, Direktur RSUD Wates juga menyampaikan berbagai inovasi peningkatan pelayanan yang disediakan bagi masyarakat. Berbagai layanan dan fasilitas unggulan yang saat ini telah disediakan di RSUD Wates antara lain:

-  Poliklinik Sore (Jantung, Anak, Bedah Umum, dan Bedah Digestif)

-  Poliklinik Rehabilitasi Medik (Fisioterapi dan Terapi Wicara)

-  Poliklinik Psikologi Klinis

-  Pelayanan Identitas Bayi Baru Lahir (Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak, dan Kartu Keluaga baru yang sudah memuat identitas anak)

-  Layanan Radiologi terbaru (Mammografi dan CT-Scan)

-  Layanan EEG

-  Layanan Laboratorium pemeriksaan GeneXpert untuk deteksi TB

-  Bangsal VIP Kalibiru

Selain berbagai inovasi peningkatan layanan tersebut di atas, pada tahun 2016 RSUD Wates juga telah terakreditasi Paripurna oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Dengan adanya berbagai upaya peningkatan layanan ditambah dengan penjaringan masukan perbaikan dari berbagai mitra pelayanan RSUD Wates ini diharapkan RSUD Wates dapat semakin giat berbenah diri menuju perubahan yang lebih baik sehingga dapat melayani masyarakat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, pemerintah, mitra layanan dan RSUD Wates itu sendiri. (rsud wates @pril 2018)