SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

 

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

“Lindungi Hak Anak, Lindungi Masa Depannya”

 

Setiap tahun, tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional oleh masyarakat Indonesia. Peringatan ini dimaknai sebagai salah satu upaya kepedulian kita terhadap anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga dapat menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Berbagai cara dapat kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut, termasuk dari sisi kesehatan.

Sebagai salah satu instansi pemerintah yang memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, RSUD Wates selalu berusaha memberikan layanan terbaik bagi anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Berbagai layanan seperti pemantauan perkembangan janin selama masa kehamilan, pemberian layanan komprehensif bagi ibu dan bayi pada saat persalinan, pemantauan kesehatan bayi baru lahir, memberikan layanan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Kangoro Mother Care (KMC), Imunisasi, Konsultasi Gizi, Poliklinik Laktasi, hingga Poliklinik Tumbuh Kembang dan berbagai layanan lain merupakan upaya yang telah dilakukan untuk memberikan hak anak dibidang kesehatan. Layanan lain yang juga diberikan dalam rangka memenuhi hak anak adalah dengan adanya layanan pembuatan tanda identitas anak yang merupakan layanan terpadu bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kulon Progo.

Selain memberikan layanan-layanan tersebut, RSUD Wates juga selalu menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membawa anak ke rumah sakit kecuali untuk berobat. Meskipun himbauan ini selalu disampaikan, namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang risiko yang harus dihadapi ketika membawa anak ke rumah sakit. Mengingat bahwa rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya kuman, maka anak sangat rentan untuk tertular penyakit karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah. Para orang tua mungkin tidak menyadari bahwa kuman dapat berpindah dengan berbagai cara, bisa melalui udara, berjabat tangan, maupun pada saat anak bermain di lingkungan dalam rumah sakit. Berbagai alasan seperti tidak adanya orang yang bisa menggantikan orang tua untuk menjaga anak di rumah maupun anak yang tidak mau lepas dari orang tua sehingga rewel jika harus berpisah tidak dapat membenarkan tindakan orang tua yang membawa serta anaknya untuk berkunjung ke rumah sakit. Sangat merepotkan memang, namun orang tua harus sadar bahwa kesehatan anak lebih berharga daripada alasan-alasan yang mengharuskan mereka membawa anak saat berkunjung ke rumah sakit.

Hal lain yang masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama adalah terkait masalah rokok. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa meskipun banyak masyarakat yang sudah mengetahui tentang bahaya rokok, namun untuk mengenyahkannya dari lingkungan kita masih sangat sulit. Rokok seolah telah menjadi budaya yang erat dan tidak terpisahkan, terutama pada setiap acara perkumpulan antar warga. Acara syukuran menyambut kehadiran sang buah hati pun bahkan tak dapat lepas dari budaya menghisap asap rokok yang sudah pasti dapat membahayakan kesehatan anak.

Kepedulian terhadap anak dalam bentuk peringatan hari anak janganlah sebatas kata dan ucapan semata. Kita hendanya dapat mewujudkan kepedulian dalam sikap nyata. Memberikan hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat hendaknya juga dibarengi dengan kesadaran kita dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, baik sebagai orang tua, keluarga, dan masyarakat sebagai pendukung aktif dari program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Sehat.