JANGAN ABAIKAN KUSTA

Penyakit Kusta atau sering disebut juga dengan Penyakit Lepra merupakan penyakit infeksi menular dan bersifat menahun yang disebabkan oleh kuman/ bakteri Mycobacterium Leprae. Penyakit ini menyerang kulit, saraf tepi, dan dapat juga menyerang jaringan tubuh lain kecuali otak. Penyakti ini bukan merupakan penyakit keturunan, kutukan, akibat guna-guna atau dosa. Anggapan dan stigma yang mengakibatkan penderita kusta dikucilkan oleh masyarakat terjadi karena adanya kecacatan yang dialami oleh penderita yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga mengganggu produktifitasnya. Namun begitu, dengan melakukan pengobatan dan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat disembuhkan dan dihentikan penularannya.

Gejala utama yang khas terjadi pada Kusta adalah adanya BERCAK yang disertai kurang atau hilang rasa, tidak gatal, dan tidak sakit. Bercak ini dapat berwarna putih seperti panu atau berwarna kemerahan. Untuk memastikan bahwa seseorang menderita kusta harus dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh terhadap kelainan kulit dan saraf oleh petugas kesehatan. Kadang-kadang, untuk memastikan penyakit diperlukan pemeriksaan kerokan kulit dengan mikroskop (BTA). Dari pemeriksaan oleh petugas kesehatan, maka dapat ditentukan tipe penyakit kusta yang diderita sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan tipenya.

Kecacatan yang timbul akibat tidak dilakukannya pengobatan yang segera dan teratur pada penderita Kusta antara lain:

  • Kecacatan pada Mata à tidak bisa menutup, bahkan sampai buta
  • Kecacatan pada Tangan à mati rasa pada telapak tangan, jari kiting, memendek, dan putus-putus
  • Kecacatan pada Kaki à mati rasa pada telapak kaki, jari kiting, memendek, putus-putus, kaki semper

Jika penderita Kusta sudah mengalami kecacatan, tiga hal yang harus dilakukan supaya kecacatan tersebut tidak bertambah berat, antara lain:

  • MEMERIKSA mata, tangan, dan kaki secara teratur.
  • MERAWAT mata, tangan, dan kaki supaya tetap bersih, lembab, dan tidak kaku.
  • MELINDUNGI mata, tangan, dan kaki dari trauma fisik

Karena penyebab penyakit Kusta adalah bakteri yang masih satu rumpun dengan bakteri penyebab penyakit Tuberculosis (TBC), maka prosedur pengobatan yang harus dijalani oleh penderita Kusta pun juga hampir sama dengan pengobatan yang harus dijalani oleh penderita TBC. Obat kusta terdiri dari berbagai macam obat antibiotik yang dikemas dalam satu kemasan (blister) yang disebut MDT. Obat MDT yang harus dikonsumsi serta lama pengobatan yang harus dijalani tergantung dari tipe penyakit Kusta yang diderita. Penderita Kusta tipe Kering harus mengkonsumsi obat MDT sebanyak 6 blister yang dihabiskan dalam jangka waktu 6 – 9 bulan. Sedangkan penderita Kusta tipe Basah harus mengkonsumsi obat MDT sebanyak 12 blister yang dihabiskan dalam 12 – 18 bulan. Penderita Kusta harus patuh minum obat sesuai aturan untuk mencegah penularan penyakit kusta dan bertambahnya kecacatan. Obat MDT dapat menimbulkan efek samping mulai dari ringan hingga berat. Untuk itu pendampingan petugas dan keluarga selama masa pengobatan sangat diperlukan untuk menghindari efek yang tidak diharapkan.

Selain prosedur pengobatan yang hampir sama, cara penularan penyakit Kusta pun juga hampir sama dengan cara penularan penyaktit TBC. Penyakit Kusta ditularkan dari penderita yang belum diobati kepada orang yang kontak erat dan lama dengan penderita, melalui pernafasan (percikan ludah saat bersin atau batuk) dan kontak kulit. Namun tidak semudah penularan TBC, tidak semua orang dapat terlular penyakit Kusta. Dari kelompok orang yang terpapar, hanya sekitar 5% yang dapat tertular, 3% dapat sembuh sendiri karena daya tahan tubuh yang baik, dan  hanya 2% menjadi sakit dan perlu pengobatan. Melakukan gaya hidup sehat, selalu melakukan prosedur kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk dengan baik dan benar, serta kepedulian kita pada penyakit Kusta dapat mencegah penyebaran penyakit ini. Jangan kucilkan penderita kusta, temukan bercaknya, pantau pengobatannya, serta cegah kecacatannya merupakan upaya yang dapat kita lakukan untuk mendukung program pemerintah mencapai Eliminasi Kusta. Mari kita jadikan momentum Hari Kusta Sedunia yang diperingati pada tanggal 27 Januari 2020 ini untuk meningkatkan kepedulian kita pada Penyakit Kusta. Jangan Abaikan Kusta, jangan biarkan Kusta merusak generasi unggul penerus bangsa. (_pkrs@2020_)