IN HOUSE TRINING PEMASANGAN IUD PASKA PLASENTA RSUD WATES

 

Rabu 19 Februari 2020, bertempat di Ruang Komite Medis dilaksanakan In House Training dengan tema “Pemasangan IUD Paska Plasenta” bagi Bidan RSUD Wates dalam rangka Peringatan Hari Bakti Pelayanan RSUD Wates Ke-37.  Acara ini dibuka oleh drg. Wahyuni Indriastuti, M.Kes, selaku Wadir Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Wates. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perlunya peningkatan informasi dan pengetahuan bidan dalam memberikan pelayanan KB paska salin bagi bidan di lingkungan RSUD Wates. Turut hadir pada acara pembukaan, dr. Wahyu Himawan, Sp.JP selaku ketua panitia Hari Bakti Pelayanan RSUD Wates ke-37 serta perwakilan jajaran Management RSUD Wates.

Materi pertama disampaikan oleh dr. Sugeng Harjadi, Sp.OG tentang alasan pemasangan IUD paska plasenta baik dari segi pandangan medis maupun agama, serta manfaatnya untuk mendukung penurunan AKI & AKB. Selain itu, diberikan juga materi tentang alasan pemilihan KB IUD dibandingkan dengan alat kontrasepsi yang lain, kriteria pasien yang bisa dilakukan pemasangan KB IUD paska plasenta, serta tehnik pemasangan KB IUD paska plasenta.

 Sebagai pemateri kedua, ibu Siti Sholikhah, Amd.Keb., SKM., MPH selaku pemateri perwakilan dari dinas PMD DALDUK KB Kulon Progo. Dalam materinya beliau menyampaikan dukungan pemerintah terhadap program KB diantaranya program BKKBN yg disebut dengan lima garapan “Bangga Kencana” serta strategi peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB yang merata disetiap wilayah dan kelompok masyarakat.

Materi terakhir disampaikan oleh dr. Oktavianus Wahyu PTP, Sp.OG tentang praktik teknik pemasangan IUD paska salin menggunakan phantom yang diikuti dengan praktik oleh seluruh peserta In House Training serta materi penggunaan aplikasi KLOOP sebagai pendukung pelayanan KB. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab tentang permasalah yang dialami saat praktik.

Kegiatan In House Trining ini disambut baik oleh seluruh peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan para bidan bertambah sehingga meningkatkan cakupan dan kuallitas pelayanan pemasangan KB plaska plasenta, dengan demikian dapat menambah kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada ibu nifas.