“ANAK TERLINDUNGI, INDONESIA MAJU”

Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Anak merupakan salah satu modal dasar dalam pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. Maka dari itu, keberadaan anak harus mendapatkan pemenuhan dan perlindungan, sehingga perkembangannya dapat menjadi generasi yang berkualitas di masa yang akan datang. Hal ini sejalan dengan tema peringatan HAN tahun ini yaitu “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Masa depan bangsa dan negara berada di tangan anak. Apabila anak baik dalam kepribadiannya, maka dapat berpengaruh terhadap bangsa, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga Negara Indonesia harus sadar akan hak-hak anak. Dengan begitu, bangsa ini melahirkan generasi penerus yang lebih baik kedepannya.

UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa anak adalah semua penduduk yang berumur dibawah 18 tahun dan anak yang masih di dalam kandungan. Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Berdasarkan hal tersebut, kita harus memenuhi hak-hak anak, antara lain:

  1. Memperoleh identitas dari Negara (Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak)
  2. Anak diasuh oleh keluarga / alternatif untuk menanamkan kasih sayang, nilai positif agama dan norma sosial
  3. Anak mendapat ASI, gizi, imunisasi dan jaminan kesehatan
  4. Anak mendapat pendidikan, memanfaatkan waktu luang, beristirahat, bermain, berekreasi dan berkreasi.
  5. Anak mendapat perlindungan hukum secara khusus.

Menjalin komunikasi yang baik dengan anak sangatlah penting. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mendengarkan anak ketika sedang bercerita dengan penuh perhatian serta menghargai pendapat seleranya walaupun mungkin orang tua tidak setuju. Jika anak bercerita tentang hal yang sekiranya membahayakan, tanya anak bagaimana mereka menghindari bahaya tersebut. Orang tua hendaknya belajar untuk melihat sudut pandang anak dan tidak cepat mengkritik atau mencela cerita anak agar mereka merasa nyaman dan aman. Dunia anak adalah bermain, maka didiklah anak dengan cara menyenangkan. Serta jangan lupa untuk selalu waspada karena banyak pelaku kekerasan fisik dan kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang yang dikenal anak…Semoga bermanfaat…(_pkrs@Juli2020_).