DEFINISI OPERASIONAL COVID-19 GANTI ISTILAH

Dalam rangka penyesuaian oleh karena perkembangan keilmuan dan teknis kebutuhan pelayanan, pemerintah melalui Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan pedoman terbaru COVID-19 yang tertuang dalam KEPMENKES RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian COVID-19. Salah satu hal yang berubah dari pedoman sebelumnya adalah mengenai Definisi Operasional terkait kasus COVID-19 yang ditemukan di masyarakat. Berbeda dengan pedoman sebelumnya, dalam pedoman ini kita tidak lagi menemukan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Istilah-istilah tersebut telah diganti dengan istilah Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, dan Kontak Erat. Lalu apa itu Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, dan Kontak Erat?

  • Kasus Suspek, adalah mereka yang:
  • Menderita ISPA
  • Mempunyai riwayat perjalanan/ tinggal di daerah transmisi lokal
  • Mempunyai riwayat kontak kasus konfirmasi/ probable
  • Menderita pneumonia berat yang harus dirawat di RS, tanpa diketahui penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan
  • Kasus Probable, adalah: kasus suspek dengan ISPA berat/ kritis/ meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
  • Kasus Konfirmasi, adalah: seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR (swab).

Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:

  • Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
  • Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)
  • Kontak Erat, adalah: orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19.

Yang dimaksud dengan riwayat kontak disini adalah:

  • Berdekatan/tatap muka dalam radius < 1 meter selama > 15 menit
  • Melakukan sentuhan fisik langsung
  • Melakukan perawatan tanpa menggunakan APD sesuai standar

 

Dengan adanya istilah-istilah baru tersebut diharapkan masyarakat tidak lagi merasa kebingungan dalam menyebut kasus yang ditemui. Pedoman tersebut telah menggantikan pedoman yang lama sebagai acuan dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19. Jadi jangan sampai kita salah sebut kasus dengan istilah ODP, PDP, atau OTG lagi ya… Salam sehat… (_pkrs@juli2020_)