DUKUNG KAWASAN TANPA ROKOK

DUKUNG KAWASAN TANPA ROKOK,

LINDUNGI DAN SAYANGI DIRI, KELUARGA DAN LINGKUNGAN DARI BAHAYA ASAP ROKOK

Menurut pendapat sebagian orang, terutama pecandu rokok, merokok merupakan salah satu kegiatan yang dapat bermanfaat untuk menghilangkan stres serta meningkatkan konsentrasi. Mereka yang merasakan manfaat dari kandungan nikotin dalam rokok ini biasanya akan menolak fakta bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan. Meskipun tahu dan sering mendapatkan edukasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan, mereka akan enggan berhenti merokok hingga mereka menderita penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk mereka.

Sayangnya, rokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan si perokok itu sendiri (perokok aktif), namun juga orang-orang disekitarnya yang ikut menghirup asap rokok atau berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok (perokok pasif). Mereka mempunyai risiko terserang penyakti yang sama. Tidak ada batas aman kadar paparan asap dan residu rokok. Meskipun sedikit, tetap ada zat kimia yang masuk ke dalam tubuh dan memicu masalah kesehatan.

Rokok tidak hanya mengakibatkan batuk dan penyakit pada saluran pernafasan saja. Selain dapat mengakibatkan penyakit paru-paru, rokok juga dapat mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya lainnya, seperti: stroke, penyakit jantung, kanker, gangguan organ reproduksi dan impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi masyarakat dari dampak rokok yang dapat membahayakan kesehatan manusia serta memberikan jaminan perolehan lingkungan udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Di dalam Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 15 Tahun 2020, disebutkan bahwa rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar atau dipanaskan dan dihisap dan/atau dihirup asap atau uapnya, termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu, shisha, rokok elektrik, atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Sedangkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Yang termasuk KTR antara lain: fasilitas layanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar dan kawasan belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum/tempat lain yang ditetapkan. Peraturan ini tidak melarang orang untuk merokok, namun mengatur kegiatan merokok sehingga tidak mengganggu hak orang lain dan lingkungan untuk dapat menghirup udara bersih dan sehat.

Bersama mari kita dukung pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok. Masyarakat dapat berperan serta dalam hal pengawasan sosial maupun penyampaian saran/masukan/pendapat terkait kebijakan KTR. Bagi anda para perokok aktif, dihimbau untuk tidak merokok di dalam ruang atau rumah. Berhentilah merokok sebelum kesehatan anda terganggu. Ingatlah akan dampak buruk rokok bagi kesehatan anda dan orang-orang disekitar anda. Namun jika anda masih belum bisa berhenti merokok, setidaknya ingatlah bahwa lingkungan dan orang-orang yang anda sayangi juga berhak untuk menghirup udara bebas asap rokok. (_pkrs@november2020_)