DETEKSI DINI RETINOPATI DIABETIKA

DETEKSI DINI RETINOPATI DIABETIKA

       Dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Pelayanan RSUD Wates Ke-38 sekaligus Dies Natalis FKKMK UGM Ke-75, pada hari Sabtu tanggal 20 Maret 2021, RSUD Wates bersama Departemen IK Mata FKKMK UGM, FKKMK UGM beserta RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mengadakan kegiatan Bakti Sosial “Deteksi Dini Retinopati Diabetika”. Kegiatan yang dilaksanakan di Poliklinik Mata gedung medik terpadu RSUD Wates ini diikuti oleh 36 orang penderita Diabetes Mellitus (DM) dari kelompok Prolanis dan masyarakat umum.

    Sebagai salah satu komplikasi penyakit DM, retinopati diabetika perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini karena terjadinya gangguan pembuluh darah pada retina yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan secara permanen. Maka dari itu, para penderita DM disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mengetahui apakah ada gangguan pada pembuluh darah retina atau tidak sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin dan risiko terjadinya kebutaan dapat dihindari.

      Dalam sambutannya, Direktur RSUD Wates, dr. Lies Indriyati, Sp.A Kegiatan deteksi dini retinopati diabetika ini merupakan salah satu bentuk komitmen RSUD Wates untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat., berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum berkembangnya jenis layanan kesehatan mata RSUD Wates, terutama yang terkait dengan layanan retina. Hal ini tentu didukung dengan adanya kelengkapan alat pemeriksaan sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan retina, khususnya di wilayah Kabupaten Kulon Progo.

       Ketua Divisi Oftalmologi Komunitas Departemen IK Mata FKKMK UGM, Prof. dr. Suhardjo SU., Sp.M (K), Dewan Pengawas RSUD Wates,  sangat menyambut baik kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa deteksi dini retinopati diabetika ini sangat penting karena keterlambatan penanganan dapat mengakibatkan kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. Selain itu, kemudahan proses dan akses untuk mendapatkan layanan ini tentu akan sangat membantu dalam mengurangi keterlambatan penanganan terhadap penyakit ini.

Sebelum mendapatkan layanan gratis ini, semua peserta kegiatan Deteksi Dini Retinopati Diabetika harus melalui proses skrining, termasuk skrining COVID-19 melalui pemeriksaan Rapid Antibodi. Peserta yang lolos skrining COVID-19 melanjutkan proses dengan mengikuti wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Setelah menjalani pemeriksaan retina, setiap peserta mendapatkan saran pemeriksaan lanjutan sesuai dengan keadaan kesehatan mereka masing-masing.