SETIAP DETIK BERHARGA, SELAMATKAN BANGSA DARI TUBERKULOSIS

SETIAP DETIK BERHARGA, SELAMATKAN BANGSA DARI TUBERKULOSIS

          Setiap tahun, pada tanggal 24 Maret, kita memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Penentuan tanggal peringatan ini diambil dari tanggal pertama kali Bakteri Mycobacterium Tuberculosis ditemukan oleh Robert Koch, 139 tahun yang lalu. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian negara-negara di dunia akan meningkat sehingga tak ada lagi orang yang menderita karena penyakit ini.

Di Indonesia, tema peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2021 adalah “Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa Dari Tuberkulosis”. Tema ini diambil untuk mengingatkan kita akan komitmen Eliminasi TBC pada tahun 2030 yang mengharapkan angka kejadian TBC menurun 80% dan angka kematian karena TBC menurun hingga 90%. Mengingat besarnya capaian yang harus diraih sedangkan waktu terus saja berjalan dengan cepat, maka diperlukan usaha yang lebih untuk bisa mengejar target Program Nasional ini.

Di tengah masa Pandemi COVID-19 ini, kita semua, mulai dari pemerintah, pemberi layanan kesehatan hingga masyarakat, mengarahkan perhatiannya pada penyakit yang juga dapat ditularkan melalui udara ini. Keadaan ini tentu sedikit menggeser perhatian kita terhadap penyakit TBC yang telah lebih dulu menjadi perhatian dunia. Kedua penyakit ini sangat berbahaya dan sama-sama dapat mengakibatkan kematian. Namun begitu, angka kematian karena TBC lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian karena COVID-19. Oleh sebab itu, meskipun COVID-19 telah merenggut perhatian banyak pihak, kita tetap tidak boleh melupakan komitmen kita terhadap Eliminasi TBC.

Sebagai institusi pemberi layanan kesehatan, RSUD Wates juga ikut berkomitmen terhadap Program Nasional Penurunan Angka Kesakitan Tuberkulosis. Berbagai aksi nyata dalam penanggulangan TBC yang telah dilakukan oleh RSUD Wates antara lain:

  1. Dilakukannya upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penularan, pengobatan serta Perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh para tenaga kesehatan kepada pasien, keluarga, pengunjung RS maupun masyarakat.
  2. Dilakukannya kegiatan surveilans, yaitu pencatatan dan pelaporan kasus TBC yang ada di RSUD Wates, baik yang Sensitif Obat maupun yang Resisten Obat.
  3. Dilakukannya penanganan dan pengobatan kasus TBC yang ada di RSUD Wates.
  4. Dilakukannya upaya pengendalian dan pencegahan infeksi TBC di RS dengan menyediakan ruang pemeriksaan dan ruang perawatan khusus, Alat Pelindung Diri (APD) yang standar, sistem pengendalian lingkungan serta sarana prasarana pendukung lainnya.
  5. Dilakukannya layanan imunisasi BCG untuk bayi sebagai upaya pemberian kekebalan terhadap TBC.

Selain berbagai aksi nyata tersebut di atas, RSUD Wates juga dilengkapi dengan alat pemeriksaan untuk penegakan diagnosis TBC melalui pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) dan TCM (Tes Cepat Molekuler) GeneXpert. Pemeriksaan BTA dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa TBC yang sensitif terhadap obat. Sedangkan pemeriksaan menggunakan TCM GeneXpert dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa TBC Resisten Obat (TB-RO).

RSUD Wates selalu berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Didukung dengan SDM yang terlatih dan handal, sarana dan prasarana yang memadai serta penguatan program jaminan kesehatan bagi masyarakat, kami siap mendukung Program Eliminasi TBC tahun 2030. (PKRS)