Baru-baru ini kita digegerkan dengan adanya penemuan virus baru yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius yaitu Hantavirus jenis HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome). Walaupun virus jenis tersebut belum ditemukan di wilayah Indonesia, namun kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Hantavirus merupakan virus yang dibawa oleh tikus atau celurut. Ketika kita melihat tikus atau celurut berkeliaran di dalam rumah, gudang, maupun di tempat penyimpanan makanan, hal tersebut jangan kita anggap sepele ya. Walaupun tikus bentuknya kecil tetapi dapat membawa berbagai penyakit, salah satunya hantavirus.
Apa itu Hantavirus?
Hantavirus adalah virus yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus atau celurut. Seseorang bisa tetular ketika terkena cairan tubuh tikus (urine, kotoran, atau air liur) atau ketika menghirup debu yang tekontaminasi kotoran tikus.
Hantavirus dapat menimbulkan 2 jenis penyakit, yaitu :
· HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome) atau kumpulan penyakit demam berdarah yang disertai dengan gangguan ginjal.
Gejala yang timbul meliputi : demam, sakit kepala, badan terasa nyeri, lemas, mata/kulit tampak kuning. Masa inkubasi biasanya sekitar 1-2 minggu.
· HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) atau sindrom penyakit paru yang disebabkan oleh Hantavirus.
Gejala yang timbul meliputi : demam, sakit kepala, badan terasa nyeri, malaise (lemas), batuk, sesak napas. Masa inkubasi biasanya sekitar 14-17 hari.
Tingkat kefatalan HPS lebih tinggi jika dibanding dengan HFRS, yaitu bisa mencapai 60%. Maka dari itu, sangat penting untuk dilakukan penanganan medis yang tepat dan segera.
Meski terdengar menyeramkan, hantavirus bisa dicegah dengan cara sederhana, yaitu dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
1. Jaga kebersihan rumah
Rumah yang bersih membuat tikus tidak betah bersarang. Beberapa hal yang bisa dilalukan:
- Menyapu dan mengepel lantai secara rutin dan bersihkan sudut rumah, dapur hingga gudang. Sebelum menyapu atau mengepel pada tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus, tuangkan terlebih dahulu cairan desinfektan dan diamkan sekitar 15-30 menit, lalu dibersihkan dengan kain lap basah. Jangan lupa gunakan masker, sarung tangan dan sepatu boots untuk menghindari kontaminasi.
- Buang sampah setiap hari dan gunakan tempat sampah tertutup.
2. Lakukan cuci tangan dengan benar
Cuci tangan adalah kebiasaan sederhana dengan manfaatnya yang luar biasa. Lakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 40 – 60 detik, terutama pada saat:
- Sebelum makan atau saat menyiapkan makanan
- Setelah membersihkan rumah
- Setelah membersihkan barang kotor
- Setelah kontak dengan hewan
Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor. Jika perlu memegang wajah, pastikan tangan dalam keadaan bersih.
3. Simpan makanan dengan aman
Makanan yang terbuka dapat mengundang tikus untuk mendekati makanan tersebut. Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup, jangan biarkan sisa makanan semalaman tanpa ditutup, dan selalu bersihkan meja makan setelah digunakan.
4. Tutup akses jalan masuk tikus
Tutup lubang pada dinding, lantai, pintu, ventilasi, atau saluran pipa yang dapat dilalui tikus.
5. Jaga daya tahan tubuh
Menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, dan melakukan aktivitas fisik dapat mencegah tubuh tertular berbagai penyakit. Segera lakukan cek kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah ke penyakit yang disebabkan oleh hantavirus atau penyakit lainnya.
Tidak perlu panik dalam mencegah hantavirus. Mulailah dari hal kecil dan jadikan kebiasaan sederhana untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga tercinta. Hidup bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tentang menjaga diri dan keluarga dari ancaman berbagai penyakit. Yuk, segera terapkan PHBS setiap hari, agar rumah bersih, keluarga sehat, dan bebas dari segala penyakit.
Source: PKRS RSUD Wates