Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Deteksi Dini Hipertensi Dengan Aplikasi Doscreen Pada Perawat & Bidan di RSUD Wates

Admin
Berita
15 Desember 2023 00:00:00

Image Berita

Hari Rabu, tanggal 13 Desember 2023 bertempat di Aula Diklat RSUD Wates dilakukan kegiatan Seminar Edukasi “Deteksi Dini Hipertensi dengan Aplikasi ‘Doscreen’ pada Perawat di RSUD Wates”. Kegiatan ini dihadiri oleh dr. Suyanto, Sp.PD sebagai narasumber, dr. Eko Damayanti, MPH selaku Wakil Direktur Pelayanan, dan jajaran manajemen RSUD Wates. Dari Prodi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hadir Dr. dr. Mahendra Prasetyo Kusumo, MMR., FISPH., AIFO-K., FRSPH. ; dr. Tesisiana Dwi Lestari; dr. Ivan Dwi Saputro; drg. Seswiyat Asri Setyani; dr. Clarissa Rayna SP dan dr. Mecca Lestina Arsy.

Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang paling banyak ditemukan baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia(3). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka hipertensi di Indonesia sebanyak 658.201 pada penduduk yang berumur 18 tahun atau lebih(2). Hipertensi merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 80 mmHg3. Hipertensi sering disebut juga sebagai silent killer karena 46% populasi seringkali tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala atau hanya menunjukkan gejala minor sehingga perlu dilakukan deteksi dini(1).

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah usia, genetik, gaya hidup, dan pola makan(4). Pola makan yang melebihi asupan kalori harian dapat menyebabkan obesitas. Tingginya konsumsi garam dan kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor resiko utama hipertensi. Hasil penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa kelompok usia yang paling rentan mengalami hipertensi adalah kelompok usia lebih dari 40 tahun(5). Hal tersebut diakibatkan karena semakin bertambahnya usia menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah yang akan meningkatkan resistensi pembuluh darah. Dampak dari meningkatnya resistensi pembuluh darah akan menyebabkan peningkatan tekanan darah(6).

Tenaga perawat yang dihadapkan pada jam kerja dengan pola shift memiliki kecenderungan untuk tidak melakukan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat antara lain mempunyai waktu istirahat yang cukup, menjaga pola makan seimbang dan berolahraga secara teratur. Pola jam kerja tersebut membuat tenaga keperawatan sering tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan kurang bisa berolahraga secara teratur. Saat bekerja, beban kerja yang didapatkan terkadang terlalu banyak sehingga seringkali makanan yang dimakan tidak teratur dan gizinya tidak seimbang. Sehingga perlu dilakukan deteksi dini hipertensi. Deteksi dini dapat meningkatkan pengetahuan terhadap setiap individu tentang status kesehatannya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates bekerjasama dengan Prodi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam kegiatan Pengabdian masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan penyuluhan hipertensi kepada tenaga keperawatan dan untuk mendukung program RSUD Wates untuk pemenuhan KPS 9. Penyelesaian masalah yang ditawarkan adalah melakukan deteksi dini hipertensi pada perawat berbasis aplikasi DoScreen. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman terhadap hipertensi dan mendorong perawat RSUD Wates menjaga perilaku hidup sehat.


Source: admin