Bakti Sosial Retinopati DM, Salah Satu Rangkaian Hari Bakti RSUD Wates
Retinopati Diabetikum merupakan salah satu komplikasi Diabetes Mellitus (DM) yang harus diwaspadai. Kondisi ini terjadi akibat sumbatan dan atau kebocoran pembuluh darah kecil pada mata sehingga mengganggu fungsi retina. Jika tidak ditangani dengan baik, Retinopati Diabetikum dapat menyebabkan kebutaan permanen yang tentu akan mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Pada tahap awal, penderita Retinopati Diabetikum mungkin tidak merasakan gejala apapun. Namun seiring dengan berkembangnya penyakit, penderita dapat merasakan adanya bintik-bintik atau garis-garis gelap yang melayang dalam pandangan atau sering disebut floaters, penglihatan kabur, kesulitan melihat warna, penglihatan malam yang buruk, adanya area gelap atau kosong dalam penglihatan hingga hehilangan penglihatan secara mendadak.


Mengingat betapa pentingnya fungsi indra penglihatan bagi kehidupan kita, agar risiko kehilangan penglihatan dapat dihindari, maka penderita DM sebaiknya melakukan pemeriksaan awal (skrining) sesuai dengan faktor risiko yang dimilikinya. Bagi penderita DM tipe 1, skrining dapat dilakukan 3 – 5 tahun setelah terdiagnosa DM. Sedangkan penderita DM tipe 2, hendaknya skrining langsung dilakukan pada saat terdiagnosa DM dan pada DM kehamilan skrining dapat dilakukan pada periode trimester pertama kehamilan
Dalam rangka Peringatan Hari Bakti Pelayanan Ke-43 RSUD Wates melaksanakan Bakti Sosial Skrining Retinopati Diabetikum gratis. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu minggu, pada tanggal 26 – 31 Januari 2026 dengan sasaran pasien dan pensiunan karyawan RSUD Wates. Dari 60 peserta yang mengikuti kegiatan ini, ada 21 orang yang terdiagnosa Retinopati Diabetikum dan membutuhkan tata laksana lebih lanjut.

Dengan diadakannya kegiatan Bakti Sosial ini diharapkan kualitas hidup penderita DM dapat tetap optimal. Harus diingat bahwa deteksi awal dan kontrol teratur dapat menghindari 90% kebutaan akibat Retinopati Diabetikum. Jangan tunda sampai terlambat, karena mata adalah jendela dunia.
Source: RSUD Wates