Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

OVERTHINKING

Admin
Berita
12 Oktober 2022 00:00:00

Image Berita


OVERTHINKING

“Apa yang salah dengan diriku? Mengapa hal-hal buruk terus terjadi padaku? Mengapa aku tidak bahagia? Bagaimana jika keadaan menjadi lebih buruk? Bagaimana jika aku tidak lulus? Bagaimana masa depanku nanti? Apakah aku bisa mendapatkan pekerjaan?”. Terkadang berbagai macam pertanyaan terus muncul berulang dan membebani pikiran kita sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Kondisi ini lekat dengan istilah overthinking.

 Pengertian Overthinking

Overthinking berasal dari kata over (lebih) dan think (berpikir). Secara umum, overthinking didefinisikan sebagai perilaku atau kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan. Overthinking membuat seseorang terlalu banyak merenungi masa lalu, mengkhawatirkan masa depan, dan memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu akan benar-benar terjadi. Aktivitas berpikir yang berlebihan tersebut cenderung mengarah pada hal-hal negatif yang berulang (ruminasi) dan tidak disertai dengan proses penyelesaian masalah.

Orang yang overthinking tidaklah sama dengan pemikir. Orang yang overthinking sering kali memikirkan hal-hal tertentu secara berlebihan. Mereka akan memikirkan setiap masalah kecil sampai menjadi lebih besar dan lebih rumit dari yang sebenarnya terjadi. Akibatnya, tanpa disadari overthinking dapat menguras energi, menghambat dalam pengambilan keputusan, dan mempengaruhi penentuan tindakan. Jika dibiarkan, overthinking dapat berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

Ciri-ciri Overthinking

Sering kali seseorang tidak menyadari jika sedang mengalami overthinking. Oleh karena itu, perlu untuk mengenali ciri-ciri atau gejala umum overthinking. Berikut ini beberapa gejala umum yang mengindikasikan seseorang mengalami overthinking yaitu:

  • Memiliki kekhawatiran berlebih terhadap suatu hal.
  • Sering mengkritik diri sendiri.
  •  
  • Mudah merasa menyesal.
  • Menghabiskan waktu memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.
  • Sering berandai-andai pada kejadian yang belum pernah terjadi.
  • Memikirkan hal yang sama secara berulang-ulang.
  • Berfokus pada masalah dan tidak berusaha menemukan solusi.
  • Sulit membuat keputusan.
  • Keputusan pribadi bergantung pada orang lain.
  • Mengalami kesulitan tidur karena memikirkan banyak hal.
  • Sering merasa lelah.

Penting bagi kita untuk mengetahui tentang tanda-tanda overthingking agar menjadi lebih sadar akan kondisi diri. Meskipun demikian, ada baiknya untuk melakukan konsultasi kepada tenaga profesional yang kompeten agar tidak terjadi kondisi yang berlarut hingga mengalami gangguan mental.

 

Penyebab Overthinking

Hingga saat ini belum ada penelitian yang secara spesifik menyebutkan penyebab terjadinya overthinking. Akan tetapi, secara umum overthinking dapat dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut:

  • Stres yang dialami.

Masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari akan menumpuk dan menimbulkan stres jika tidak diselesaikan. Stres yang dialami biasanya akan memunculkan pikiran-pikiran negatif yang berlebihan.

  • Perbedaan antara ekspektasi dan realita.

Ketika ekspektasi yang sudah dibangun tidak sesuai dengan realita yang ada maka akan dapat memicu terjadinya overthinking.

  • Tipe kepribadian.

Tipe kepribadian melankolis yang bersifat perfeksionis, sangat sensitif, dan mudah berpikiran negatif akan cenderung berpeluang mengalami overthinking.

  • Kejadian traumatis masa lalu.

Kejadian traumatis biasanya sulit untuk dilupakan dan di masa depan dapat menjadi salah satu pemicu munculnya pikiran-pikiran negatif.

Dampak Overthinking

Beberapa dampak yang dpat terjadi akibat overthinking antara lain:

  • Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Overthinking dapat berdampak pada menurunnya performa kerja. Pikiran yang berlebih akan membuat seseorang sulit untuk fokus dan berkonsentrasi sehingga aktivitas menjadi terganggu.

  • Kesulitan menyelesaikan masalah.

Seseorang yang overthinking mencoba mencari solusi dengan lebih banyak memikirkan masalah dibanding segera mencari solusinya. Alih-alih ingin mencari penyelesaian, masalah yang dihadapi justru semakin bertambah.

  • Kesulitan mengelola emosi.

Berpikir secara berlebihan membuat emosi cenderung naik turun dan dapat memicu pelampiasan emosi yang tidak adaptif.

  • Kecenderungan mengalami masalah mental.

Terlalu memikirkan kekurangan diri dan masalah yang dialami akan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental misalnya kecemasan dan depresi.

  • Mempengaruhi kesehatan fisik.

Overthinking juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik misalnya mengalami ganggua tidur, tubuh mudah terserang penyakit, dan kelelahan.

Cara Mengatasi Overthinking

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking, antara lain:

  • Berlatih

Seperti keterampilan lainnya, mindfulness membutuhkan latihan. Melalui mindfulness, kita berkomitmen untuk menjadi lebih sadar

  • Sadari ketika terlalu banyak berpikir.

Ketika memikirkan sesuatu berulang-ulang, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan, sadari bahwa pikiran kita tidak produktif.

  • Kenali bahwa ruminasi berbeda dengan pemecahan masalah.

Ruminasi melibatkan pikiran negatif yang berulang secara terus menerus tanpa rencana tindakan atau solusi. Dengan memahami perbedaannya, seseorang yang overthinking dapat mengurangi dan mengganti pikiran negatif yang terjadi.

  • Belajar fokus pada pemecahan masalah.

Tanyakan kepada diri sendiri mengenai langkah apa yang sebaiknya diambil untuk belajar mengatasi masalah di masa depan. Fokuslah pada hal-hal yang dapat dilakukan, dibanding mempertanyakan sesuatu yang terjadi.

Jika membutuhkan bantuan, konsultasikan masalah yang dialami di Klinik Psikologi RSUD Wates. (#Selvia Eka Sari, M.Psi, Psikolog)

Referensi

Domina, Petric. (2018). Emotional knots and overthinking. DOI:10.13140/RG.2.2.18079.66720

Clark, D. A. (2018). The Anxious Thoughts Workbook: Skills to Overcome the Unwanted Intrusive Thoughts that Drive Anxiety, Obsessions, and Depression. New Harbinger Publications.

Clark, David A. (2020). Are You an Overthinker? Spending too much time in our head can be perilous to our mental health. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-runaway-mind/202001/are-you-overthinker. Diakses pada. 10 Oktober 2022

Hurst, Ketherine. How To Stop Overthinking And Overcome Anxiety Now. 2019, https://www.thelawofattraction.com/stop-overthinking-overcome-anxiety/. Diakses pada 11 Oktober 2022

Smith, G.(2020). The book of overthinking: How to stop the cycle of worry. New Zealand: Allen & Unwin.

 

Source: PKRS

WhatsApp Chat